Hiu paus adalah spesies hiu terbesar dan merupakan satwa yang terancam punah.

REPUBLIKA.CO.ID, OKINAWA — Penelitian terkini mengungkap fakta baru mengenai mekanisme perlindungan pada mata hiu paus. Satwa yang memiliki nama latin Rhincodon typus itu memiliki gigi-gigi kecil atau dentikel dermal di bagian mata.

Para peneliti yang melakukan pengamatan morfologis tersebut berasal dari Okinawa Churaumi Aquarium. Mereka meneliti bola mata hiu paus yang diawetkan, salah satu koleksi di Okinawa Churashima Research Center.

Bola mata itu milik hiu paus mati yang tertangkap jaring nelayan setempat dan disumbangkan ke pusat riset untuk tujuan ilmiah. Selain meneliti bola mata yang diawetkan, para ilmuwan juga melakukan percobaan lain.

Mereka mendokumentasikan pergerakan mata dan retraksi pada hiu paus dari Akuarium Okinawa Churaumi dan yang berada di kandang air terbuka dekat akuarium. Tim menemukan kemampuan unik dari mekanisme perlindungan hiu paus.

Hiu paus memiliki kemampuan menarik bola mata ke dalam rongga mata dengan tenaga kuat disertai dengan rotasi mata. Tidak hanya itu, hiu paus punya tambahan perlindungan dengan banyaknya dentikel dermal pada permukaan mata di sekitar iris.

Dentikel itu memiliki perbedaan fungsi dan perbedaan secara morfologis dibandingkan dentikel dermal yang ditemukan di seluruh tubuh hiu paus. Studi juga membantah anggapan bahwa hiu paus tidak terlalu mengandalkan penglihatan.

Anggapan itu muncul karena ukuran mata hiu paus cenderung kecil jika dibandingkan dengan tubuhnya. Gagasan umum pun menyebut spesies itu memiliki penglihatan buruk, yang tidak terbukti dengan adanya ciri-ciri mata yang sangat protektif.

“Ciri-ciri ini tampaknya menekankan pentingnya penglihatan untuk persepsi lingkungan, bertentangan dengan gagasan umum bahwa spesies ini punya ketergantungan rendah pada penglihatan,” kata para penulis dalam penelitian mereka.

Hiu paus adalah spesies hiu terbesar, dengan panjang tubuh yang dapat melebihi 30 kaki dan berat melebihi 20 ton. Spesies satwa ini hidup di perairan tropis, terdaftar sebagai satwa yang terancam punah, dikutip dari laman Forbes.



Sumber