JawaPos.com – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti kembali mengkritisi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kali ini, Susi menyentil masalah penggunaan pukat cincin (purse seine) yang sebelumnya dilarang.

“Sekarang KKP bahkan membolehkan purse seine yang ditarik oleh 2 kapal, habis ikan kita ditarik 2 kapal jaring purse seine,” ungkapnya dalam diskusi daring, Jumat (12/6).

Hal tersebut lah yang dilakukan oleh kapal-kapal dari negara Vietnam di perairan Natuna. Di mana hal tersebut, membuat kekayaan alam Indonesia di laut pun terkuras.

Dia pun meminta agar semua pihak menyatukan pikiran terkait apakah Indonesia merupakan ocean going fisheries (perikanan lautan lepas) atau coastal fisheries (perikanan lautan pesisir). Di mana kawasan Indonesia juga masuk ke dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang membuat perairan di Tanah Air rentan akan masuknya kapal asing.

“Maka kalau tidak dipasangin rumpon maka kita akan kepinggir tidak ke tengah, seperti di Natuna mereka mendapat ikan-ikan eksotik, cakalang besar,” terang dia.

Ia pun bercerita, di kala kepemimpinannya penggunaan alat tangkap yang merusak ekosistem alam atau penangkapan secara berlebihan dilarang, seperti kapal cantrang. Hal tersebut dilakukan guna menjaga kuantitas ikan di laut Indonesia.

“Nah kapal cantrang contohnya kita larang itu karena kebanyakan kapal ikan eks asing pakai troll, cantrang sama troll itu identik, cantrang itu ditarik, troll diseret,” ujar dia.

Susi juga menjelaskan bahwa dirinya jauh sebelum menjadi menteri telah melawan Illegal, Unreported dan Unregulated (IUU) Fishing. Dengan memerangi hal itu, kuantitas ekspor pun meningkat.

“Saya lawan ilegal fishing sejak 2005. Dulu sampai saya kerja perikanan sampai akhirnya berhenti (Menteri KP). Sebelum tahun 2000, Ikan dan udang di Pangandaran puluhan ton, ekspor seminggu 1-3 kali. 2001 ke sini makin kurang, rupanya indo boleh izinkan kapal asing regist di Indonesia,” tambahnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking



Sumber