JawaPos.com – Illegal, Inreported and Unregulated (IUU) Fishing dirasa semakin mengkhawatirkan. Hal itu diungkapkan oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Pasalnya, Indonesia yang memiliki laut dan merupakan zona ekonomi eksklusif (ZEE) yang luas. Hal itu pun dapat memancing tindakan kriminal dengan menjadikan laut Indonesia sebagai target.

“Kita ada di nomor tujuh (ZEE terluas). Jadi kita akan menjadi target ilegal fishing (penangkapan ikan ilegal),” jelasnya dalam webminar, Jumat (12/6).

Menurut Susi, para pelaku yang melakukan IUU Fishing bukan hanya menangkap ikan secara ilegal, tapi juga memperbudak Anak Buah Kapal (ABK), melakukan jual-beli minyak ilegal hingga perdagangan hewan yang dilindungi.

“Mereka dari Indonesia juga ambil kura-kura, burung, kulit buaya dan lain-lain, mereka juga membawa barang barang diperdagangkan di tengah laut. Ini sangat berbahaya,” ucapnya.

Untuk melindungi laut Indonesia, pihaknya pun ketika membentuk Satgas 115 guna membasmi kejahatan tersebut. Hal tersebut pun juga diikuti oleh Amerika Serikat (AS).

“Untuk masa depan bangsa kita, di mana saya dengan senang hati ikut membantu, kita lakukan apa yang kita lakukan,” tuturnya.

Adapun, pada tahun 2018 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengadakan World International Conference yang menyatakan bahwa di 2020 tidak akan ada lagi penangkapan ikan ilegal. Akan tetapi, menurutnya, hal itu sekaligus peringatan bagi Indonesia, di mana akan ada ribuan kapal ilegal akan mencari rumah untuk menjadi legal.



Sumber