BEIJING, iNews.id – China mengerahkan pesawat tempur setelah Taiwan melepaskan dua rudal dalam uji coba senjata, Jumat (12/6/2020) kemarin. Pesawat perang Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China melakukan pemantauan sampai batas wilayah udara kedua negara.

Dilansir dari South China Morning Post (SCMP), Sabtu (13/6/2020), Taiwan sudah mendeteksi manuver jet tempur China yang melewati garis tengah Selat Taiwan, batas wilayah udara tak resmi kedua negara.

Kementerian Pertahanan Taiwan kemudian meresponnya dengan mengirimkan jet tempur untuk memberikan peringatan.

“Kami mendeteksi pesawat komunis China Yun-8 terbang ke Taiwan pagi ini dan segera mengirim jet tempur kami untuk membayangi dan meminta menjauh melalui peringatan radio,” kata Kementerian Pertahanan Taiwan.

Langkah China mengerahkan pesawat tempurnya diyakini sebagai respon atas uji coba rudal yang dilakukan Taiwan baru-baru ini. Beijing menganggap peluncuran rudal Taiwan sebagai ancaman terhadap China daratan.

Sementara itu, Taiwan memastikan masin akan menguji beberapa rudal lainnya dalam beberapa hari mendatang. Pemerintah sudah mengeluarkan pemberitahuan kepada publik mengenai tanggal dan lokasi uji coba rudal dengan harapan para nelayan tidak beroperasi di dekat area uji coba.

Wang Ting-yu, legislator dari Partai Progresif Demokratik Taiwan, mengatakan rudal yang ditembakkan dari Jiupeng berjenis Tien Kung-3 (Sky Bow-3) yang memiliki jarak tempuh 200 kilometer dirancang untuk mencegat peluru kendali dari daratan China.

Sedangkan rudal yang akan diuji tembak pekan mendatang masih dirahasiakan, ini sejalan dengan rencana Kementerian Pertahanan Taiwan untuk mengembangkan senjata secara mandiri.

Ketegangan di Selat Taiwan semakin meningkat dalam sepekan terakhir karen China, Amerika Serikat dan Taiwan telah meningkatkan kekuatan militer di wilayah tersebut. Beberapa hari lalu, dua pesawat tempur AS melintas di langit Taiwan.

Hal itulah yang membuat Taiwan menyiagakan kekuatan pertahanannya, termasuk menguji rudal-rudal jarak jauh serta pencegat serangan udara.

Editor : Arif Budiwinarto



Sumber