Dalam prakteknya, warga yang sebagian besar merupakan anggota program Jalipesah itu, kemudian mengumpulkan sampah dan limbah rumah tangga, memilahnya, hingga menjadi media budidaya ulat maggot.

“Jadi dari maggot dan azola itu bisa menjadi bahan pakan ternak mereka, selain juga bisa dijual buat perikanan, peternakan,” ujar dia.

Hasilnya, produktivitas ternak dan perikanan milik warga binaan meningkat hingga 40 persen, dibanding sebelumnya dengan menggunakan pakan pabrikan.

“Sekarang maggot ini pun harganya menjadi mahal per kilonya itu,” ujar Roy bangga.

Tandang Sabdo, anggota Koramil Ciawi yang menjadi intruktur kegiatan budidaya menambahkan, proses pembuatan ulat maggot terbilang mudah tanpa biaya yang mahal.

“Prosesnya cepat, sebab umurnya dari lalat BSF itu sendiri hanya 14 hari,” kata dia.

Diawali dari perkawinan sepasang Black Soldier Fly (BSF) atau istilah lain ‘tentara lalat hitam terbang’, ratusan telur hasil persilangan, kemudian disimpan dalam sebuah kassa atau kapas yang sebelumnya disediakan peternak di dalam kandang BSF.

“Biasanya umurnya telur sekitar sekitar 3 -4 hari,” kata dia.

Setelah itu, telur dipindahkan ke dalam wadah berukuran sedang, yang sebelumnya telah diberikan media tumbuh dari bahan dedak padi.

“Tiga hari kemudian biasanya menjadi larva dan berkembang sendiri menjadi ulat maggot,” ujarnya.

Dalam perkembangannya, ulat dewasa kemudian berubah menjadi ulat hitam, yang kemudian beradaptasi menjadi BSF dewasa, untuk selanjutnya menunggu proses kawin dengan lalat betina.

“Umur jantan itu hanya dua jam setelah menjadi lalat, sementara betina hanya lima jam setelah itu bertelur dan mati, dan begitu selanjutnya,” papar dia.

Tandang menyatakan, penggunaan pakan ulat maggot cukup ampuh dalam meningkatkan produktivitas ternak, terutama itik petelur yang membutuhkan nutrisi tinggi.

“Percobaan awal kami, dari 300 itik petelur yang diberi ulat maggot, ada sekitar 270 ekor yang bertelur setiap hari,” ujar dia.

Selain itik, ulat maggot juga bisa digunakan sebagai pakan lain dalam budidaya perikanan kolam warga. “Atau bisa djuga dipakai sebagai pakan bebek, ayam, entog, ikan gurame dan mujair,” kata dia.

Maggot merupakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) yang kaya nutrisi, cukup potensial dalam meningkatkan produktivitas peternakan dan perikanan. Selain bisa diproduksi dalam waktu singkat, keunggulan lainnya yakni bisa diproduksi menjadi tepung (mag meal), untuk menekan biaya produksi pakan ternak.



Sumber