loading…

MERAUKE – Tangis haru mengiringi kepulangan para prajurit Yonif Mekanis Raider 411 Divif 2 Kostrad, setelah 11 bulan lamanya menjaga perbatasan Indonesia-Papua Nugini.(Baca juga: Waspada Kondisi Darurat, Penerbang Tempur Dilatih Gunakan Senpi)

Warga Papua, yang selama ini menjadi wilayah tugas para prajurit Kostrad ini, turut hadir di Dermaga Pelabuhan Merauke, Papua, untuk melepas kepulangan para prajurit Kostrad ke markas komandonya.

Selama bertugas di tanah Papua, para prajurit Kostrad ini menempati 22 pos di sepanjang perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Yakni di Distrik Tanah Miring, Distrik Naukenjerai, Distrik Sota, Distrik Eligobel, dan Distrik Ulilin.

Interaksi yang terbangun selama 11 bulan lamanya, membuat para prajurit Yonif Mekanis Raider 411 Divif 2 Kostrad telah menjadi bagian dari keluarga besar warga Papua di perbatasan.

Bahkan, Ketua Adat Suku Kanum, Daut Dimar, bersama-sama warga Kampung Yanggandur, Kampung Rawa Biru, dan Kampung Sota, datang langsung ke pelabuhan dengan penuh rasa haru melepas kepulangan para prajurit Kostrad.

(Baca juga: Jumlah Polisi di Rembang yang Positif COVID-19 Bertambah)

Komandan Korem 174/Anim Ti Waninggap, Brigjen TNI Bangun Nawoko memimpin upacara pelepasan purna tugas Satgas Pamtas Yonif Mekanis Raider 411 Divif 2 Kostrad, dan Satgas Pamtas Yonif 406/Candra Kusuma yang telah selesai melaksanakan tugas pengamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini.

Dalam amanatnya, Pangdam XVII/Cenderawasih yang dibacakan oleh Danrem 174/Anim Ti Waninggap, mengucapkan terimakasih banyak dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas segala dharma bhakti selama penugasan di wilayah perbatasan Papua.

Lanjutnya, hal ini patut disampaikan karena berdasarkan pengamatan dan laporan yang diterima bahwa satuan ini telah berhasil melaksanakan tugas di medan operasi sebagai Satgas Pamtas Indonesia-Papua Nugini periode 2019-2020.

“Ini dibuktikan oleh para prajurit yang telah membangun interaksi yang baik dengan masyarakat melalui implementasi budi pekerti luhur, sapta marga, sumpah prajurit dan delapan wajib TNI untuk merebut simpati dan hati rakyat dalam mewujudkan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan demi menjaga keutuhan NKRI,” terang Danrem.

(Baca juga: Warga Pontianak Berdesakan di Tengah Pandemi Demi Gas Elpiji)

Dikatakan Bangun Nawoko, tugas yang dilaksanakan dengan baik ini diharapkan dapat menjadi pengalaman dan bekal untuk tugas-tugas di masa datang. “Laksanakan serah terima dengan baik dan teliti guna mendukung tugas Satgas baru,” ujarnya.

Jenderal bintang satu ini juga mengingatkan kepada prajurit yang akan meninggalkan Tanah Merauke, untuk tidak membawa flora dan fauna yang dilindungi, hal tersebut sesuai dengan komitmen Kodam XVII/Cendrawasih yang peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup.

Selanjutnya, dia menekankan, seluruh prajurit Satgas Pamtas dalam perjalanan kembali ke markasnya di wilayah Jawa Tengah, dengan menggunakan KRI Banda Aceh 593, di tengah pandemi saat ini agar selalu menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

(Baca juga: Dipicu Cemburu, 2 Kelompok Pemuda di Wajo Tawuran Tengah Malam)

“Selamat jalan dan salam untuk keluarga di rumah. Perhatikan faktor keamanan selama dalam perjalanan kembali ke satuan,” tegasnya. Sebagai wujud rasa bangganya, Danrem 174/Anim Ti Waninggap selaku Dankolakops memberikan penghormatan bangga kepada seluruh prajurit.

Turut hadir dalam upacara pelepasan Danlantamal XI Merauke, Kasrem 174/ATW, Bupati Merauke, Danlanud DMA Merauke, Para Kasi Korem 174/ATW, Kapolres Merauke, Dandim 1707/Merauke, Para Pejabat Muspida Merauke, Para Kepala CIQS Merauke, Para Dansat TNI-Polri, Dansatgas Pamtas Baru, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Papua.

(eyt)



Sumber