TEMPO.CO, JakartaKementerian Perhubungan menargetkan proyek pembangunan Terminal Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, segera selesai sehingga dapat beroperasi pada akhir 2020. Pembangunan tersebut tergolong dalam proyek strategis nasional yang diatur berdasarkan Perpres Nomor 3 Tahun 2016.

“Terminal Kijing  merupakan pengembangan dari Pelabuhan Pontianak dan menjadi salah satu Proyek Strategis  Nasional,” ujar Direktur Kepelabuhanan Ditjen Perhubungan Laut, Subagiyo dalam keterangan yang diterima pada Jumat, 12 Juni 2020.

Pembangunan Terminal Kijing dilaksanakan oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dan pengerjaannya dilakukan bertahap. Proyek ini dimulai dengan penandatanganan konsesi pembangunan dan pengusahaan Terminal Kijing antara Kementerian Perhubungan dan Pelindo II pada 2018.

Berdasarkan kerja sama tersebut, Pelino II akan membangun pelabuhan serta menjadi pengusahaan jasa kepelabuhanan dengan jangka waktu perjanjian konsesi selama 69 tahun. Pada tahap pertama, total investasi pembangunan terminal tersebut mencapai Rp 14,45 triliun.

Adapun rencana proyek Terminal Kijing ini meliputi pembangunan sisi laut (offsshore) dan pembangunan sisi darat (onshore). Terminal akan berdiri di atas lahan seluas 200 hektare dan tersambung oleh trastle sepanjang 3,5 kilometer.

Berdasarkan rencana awal, luas lapangan Terminal Petikemas bakal memiliki ukuran 1.000×100 meter, lapangan sisi darat seluar 13,8 hektare, dan trastle ukuran 3.450×19,8 meter. Estimasi kapasitas pada terminal petikemas ini mampu menampung sebanyak 500 ribu Teus. Sementara itu, estimasi kapasitas terminal multipurpose mencapai 500 ribu ton.

Subagiyo juga menjelaskan beberapa fasilitas yang akan dibangun di Terminal Kijing ini meliputi empat zona. Di antaranya zona petikemas dengan total kapasitas 1,95 juta Teus per tahun (tahap I 950 ribu teus per tahun dan tahap II 1 juta Teus per tahun.

Kemudian, zona curah cair dengan total kapasitas sebesar 12,18 juta ton per tahun (tahap I 8,3 juta ton per tahun dan tahap II 3,84 juta ton per tahun. Selanjutnya, zona kering dengan total kapasitas sebesar 15 juta ton per tahun. Lalu, zona multipurpose berkapasitas 1 juta ton per tahun (tahap I 500 ribu ton per tahun, tahap II 500 ribu ton per tahun).

Menurut laporan pelaksanaan progres pekerjaan pembangunan fisik kostruksi, hingga akhir Mei 2020, Pelindo II telah menyelesaikan sekitar 60 persen proyek. Konstruksi ini rencananya selesai November 2020 dan diklaim tidak terganggu adanya pandemi Covid-19.

Setelah terminal beroperasi, kapasitas Pelabuhan Pontianak akan meningkat sehingga dapat dikembangkan khususnya untuk melayani kapal besar. Nantinya, Terminal Kijing juga akan menjadi pelabuhan berstandar internasional yang diklaim terbesar di Pulau Kalimantan.

“Keberadaannya akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mempawah sehingga akan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat,” ucap Subagiyo.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA





Sumber